Belanja online telah membuat kita sangat nyaman. Anda dapat menemukan item paling langka, dari setiap penjuru bumi. Promosinya menarik, pilihannya luas dan pengiriman terkadang bisa gratis!

Tapi sama seperti hal baik lainnya dalam hidup, orang jahat dapat merusak kebaikan untuk keuntungan mereka sendiri. Menurut Pusat Keluhan Kejahatan Internet FBI, belanja online adalah kejahatan dunia maya nomor 1 tahun 2017, dari tidak membayar atau tidak mengirimkan barang yang dibeli. Namun jangan khawatir, dengan mengikuti panduan keselamatan ini, Anda tetap bisa berbelanja online dengan percaya diri dan terhindar dari penipuan.

1. Situs Web yang Dikenali & Diakui

Berbelanja di situs tepercaya yang hampir semua orang akan membeli kebutuhan mereka disana. Tetapi periksa domain mereka untuk kesalahan ejaan atau bahkan perubahan kecil seperti .net ke .org. Situs phishing mungkin meniru situs web terkenal untuk mendapatkan kredensial pembayaran Anda.

2. Periksa Gemboknya

Pernahkah Anda memperhatikan tanda gembok di sisi kiri URL situs web? Ini disebut enkripsi SSL (lapisan soket aman). Situs yang aman akan dimulai dengan HTTPS, bukan hanya HTTP.

3. Simpan Informasi Anda

Saat berbelanja online, cobalah untuk tidak memberikan terlalu banyak informasi sensitif. Situs ini tidak memerlukan tempat tanggal lahir anda atau nama gadis ibu Anda untuk berbelanja. Meskipun situs tersebut aman dan terkenal, mereka dapat dibobol.

Yang terpenting, JANGAN PERNAH memberikan detail sensitif Anda seperti PIN, aktivasi, kode otorisasi kepada siapa pun. Baru-baru ini, ada kasus di mana penipu berpura-pura menjadi “teman” Anda untuk mendapatkan kode otorisasi Anda.

4. Bayar Dengan Payment Gateway

Kecuali Anda mengenal penjual secara pribadi, jangan pernah memilih untuk membayar tunai saat pengiriman (COD) atau transfer bank manual karena Anda tidak akan terlindungi dari penjual yang tidak jujur. Lebih aman membayar online melalui gateway pembayaran (perbankan online, e-wallet, atau kartu kredit / debit) karena Anda akan menerima bukti transaksi dan kwitansi resmi yang dapat digunakan sebagai referensi untuk penyelidikan oleh tim dukungan gateway pembayaran.

Penting: Situasi ini adalah saat penipu menipu Anda agar membeli daripada mengakses akun Anda untuk melakukan pembelian / transfer. Harap jangan pernah memberikan kode otorisasi yang dikirimkan ke nomor telepon Anda kepada siapa pun (termasuk teman dan keluarga!). Penipu mungkin dapat membuat akun palsu dan berpura-pura menjadi teman atau pasangan Anda.

5. Periksa Laporan Mutasi Anda

Dengan perbankan online dan aplikasi seluler, memeriksa laporan mutasi bank dan kredit Anda hanya dengan beberapa klik. Anda dapat menyisihkan satu hari dalam seminggu untuk memeriksa semua pembelian Anda. Bahkan lebih baik lagi, Anda dapat menyimpan pelacak pengeluaran dan memastikan semuanya tersinkron ke catatan Anda, hingga satu sen! Tidak ada penipu yang bisa lolos dari pengawasan Anda.

6. Lindungi Komputer Anda

Lindungi komputer dan laptop Anda dari malware dengan program anti-virus yang diperbarui. Pastikan mereka benar-benar berfungsi!

7. Gunakan WiFi Pribadi

Cobalah untuk tidak berbelanja atau mentransfer uang melalui hotspot umum. Tetapi jika harus, gunakan jaringan pribadi virtual agar aman.

8. Buat Password yang Kuat

Meskipun Anda memiliki kata sandi terkuat, Anda harus mengubahnya secara teratur. Tetapi kebanyakan orang tidak pernah mengubah sandi mereka kecuali mereka diharuskan. Jika Anda khawatir lupa sandi untuk semua akun belanja Anda, coba gunakan pengelola sandi.

9. Berjuang untuk Keadilan

Tertarik dengan jebakan? Jangan malu. Ajukan laporan dan perjuangkan hak-hak Anda tanpa henti. Telusuri otoritas setempat dan bacalah prosedurnya sebelum Anda melakukan apa pun, jadi Anda siap dan siapkan semua dokumen dan bukti yang diperlukan. Jika Anda menggunakan kartu kredit, Anda dapat mengajukan tagihan balik.